DDoS (Distributed Denial of Service) Attack adalah salah satu jenis dari serangan dunia digital yang mengincar sebuah website, layanan online, dan jaringan dengan cara membanjiri suatu mesin atau sumber daya yang ditargetkan tersebut dengan mengirim permintaan yang berlebihan dalam upaya untuk membebani sistem dan mencegah beberapa bahkan semua permintaan yang sah agar permintaan tersebut tidak bisa terpenuhi.
Motif utama dari serangan DDoS sendiri yaitu agar server atau jaringan tidak akan mampu mengakomodasi lalu lintas tersebut, sehingga menyebabkan website/layanan down dan tidak bisa beroperasi dengan normal.
Di Dalam suatu serangan penolakan layanan secara terdistribusi (DDoS), lalu lintas masuk yang membanjiri korban berasal dari berbagai macam sumber. Ini secara efektif akan membuat ketidakmungkinan menghentikan serangan hanya dengan memblokir dari sisi satu sumber.
Serangan DDoS dapat dianalogikan dengan sekelompok manusia yang memenuhi pintu masuk gedung atau toko, sehingga menyulitkan pelanggan tetap yang sah untuk masuk dan akan terus mengganggu perdagangan. Serangan DDoS dengan cepat menjadi jenis ancaman dunia digital yang sangat umum, berkembang lebih pesat dalam satu tahun terakhir baik dalam jumlah ataupun volume. Trennya adalah durasi serangan yang lebih pendek, tetapi volume serangan paket per detiknya lebih besar.
Contoh dari serangan DDoS Atack berskala besar, pertama kali terjadi pada Bulan Agustus tahun 1999. Pada Saat itu, yang menjadi target adalah jaringan komputer Universitas Minnesota.
Hingga kuarter 1 2020, Securelist melaporkan bahwa serangan DDoS berhasil meningkat 80% dibanding kuarter 1 2019.
Beberapa jajaran perusahaan besar juga pernah menjadi korban dari serangan ini, beberapa diantaranya : Github, Amazon Web Service, CloudFlare, hingga Bank of America.
APA TUJUAN DDOS ATACK ?
Biasanya serangan ini terjadi karena motivasi dan tujuan di antaranya,
IDEOLOGI
Dengan pemahaman dan ide dari sekumpulan orang- orang yang disebut peretas atau penjahat dunia digital, yang kemudian menggunakan serangan DDoS sebagai alat untuk menargetkan suatu situs web yang tidak mereka sukai atau tidak mereka setujui secara ideologi yang mereka anut.
PERSETERUAN BISNIS
Atas dasar dari persaingan bisnis, pihak yang berseteru dapat menggunakan serangan DDoS Atack untuk secara menjatuhkan secara strategis salah satu situs web pesaing, contohnya, untuk mencegah mereka ikut berpartisipasi dalam acara penting yang biasa diikuti oleh sejumlah bisnis - bisnis lainnya.
BOSAN ATAU ISENG
Si Pengacau dunia maya, alias, “script-kiddies” menggunakan script yang telah ditulis sebelumnya untuk melancarkan sebuah serangan DDoS. Pelaku penyerangan ini biasanya bosan atau calon peretas yang sedang mencari pemacu adrenalin dengan menantang diri dengan meluncurkan segala macam serangan.
PEMERASAN
Penjahat Digital menggunakan serangan DDoS, atau ancaman serangan DDoS sebagai cara untuk melakukan pemerasan uang, blackmail atau mengancam suatu target agar target (korban) mematuhi permintaan dari penjahat tersebur.
PERANG DIGITAL
Banyak sekali serangan DDoS di situs resmi pemerintah yang dapat digunakan untuk melumpuhkan suatu situs web oposisi dan infrastruktur negara musuh. dari serangan ini bisa saja berdampak pada situs- situs yang tutup atau situs yang tidak dapat diakses.
CIRI CIRI GEJALA SUATU SERVER YANG TERSERANG DDOS
Berikut adalah rincian penjelasannya:
- Suatu Website, aplikasi, atau layanan online yang Sedang dijalankan tiba-tiba menjadi lambat atau tidak dapat diakses.
- Adanya sumber trafik yang sangat tidak wajar dari Ip Addres tertentu.
- Adanya visitor website atau layanan online lain yang memiliki pola perilaku aneh serupa seperti kesamaan versi browser, lokasi akses visitor, hingga tipe perangkat komputer yang digunakan oleh visitor.
- Saat sedang mengakses sebuah website atau layanan online lainnya, koneksi menjadi sangat lambat dalam waktu yang lama.
- Load CPU sangat tinggi walaupun tidak ada proses apapun lainya yang sedang berjalan.
- Munculnya banyak spam di pesan email.
- Jika saat menggunakan layanan Vps khusus, akan muncul informasi yang menyatakan bahwa ada suatu aktivitas berbahaya.
Namun, perlu diingat bahwa ada kalanya ciri-ciri tersebut muncul disebabkan oleh suatu faktor lain.
